Pages

Senin, 06 Desember 2010

DWI FUNGSI TAPAK SUCI

Dalam kiprahnya, Tapak Suci memainkan peran sebagai ulama & pendekar. Di satu sisi, Tapak Suci adalah sebuah gerakan Islam yang gaungnya berpusat (berinduk) kepada sebuah gerakan tajdid Islam, yaitu Muhammadiyah. Di sisi lain,Tapak Suci adalah sebuah perguruan pencak silat yang mengakar kuat dengan budaya dan kebudayaan Indonesia.

Setiap insan Tapak Suci hendaknya tidak boleh puas dengan keilmuan pencaknya semata. Keilmuan yang dalam dan tinggi itu hendaknya dimanifestasikan dalam bentuk pengabdian tiada henti kepada pusat ilmu, pusat segala titik berat, pusat segala energi, yaitu Allah SWT. "Manifestasi" tersebut menjelma dalam bentuk "amar makruf nahi mungkar". Amar makruf nahi mungkar, adalah perwujudan dari Iman dan Amal Saleh.

Ulama Pendekar, atau Pendekar (yang) Ulama, adalah sebuah "realitas" di masa yang akan datang. Ia bukan imajinasi dari seorang pengarang yang sarat dengan "impian-impiannya yang idealis". Biarkan saja orang tertawa dan memperolok "realitas" tersebut, sebab yang terjadi adalah karena sesungguhnya ia tidak berdaya menggapai realitas bahwa sebuah "idealisme" adalah sesuatu yang real (nyata). Allahu Akbar.
Jika saja insan Tapak Suci tidak mengejar sabuk yang secara fisik hanya terbuat dari kain, tentu ia akan memperhatikan langkah-langkahnya. Kehormatan seseorang tidak terletak dari penyembahan berhala berbentuk sabuk yang berwarna kuning, biru apalagi hitam. Lalu hanya Iman dan Amal saleh-lah perwujudan yang paripurna dari semua itu.

Kata amal saleh, merujuk kepada sebuah bentuk kerja, sekalipun mungkin amal saleh itu berupa benda. Kerja, berkaitan erat dengan perilaku, atau tindak tanduk. Maka pemilihan kata akhlaq dipandang tepat untuk menggambarkan bagaimana amal saleh itu. Maka lahir motto: "Dengan Iman dan Akhlaq ... "

Dwi fungsi Tapak Suci mensyaratkan insan Tapak Suci untuk mengabdi sama total antara gerakan dan perguruan. Sebab jika kita tidak berhati-hati, itu akan membawa kita masuk dalam labirin yang berliku-liku, menghantarkan kita kepada kejayaan semu dan kehinaan abadi.
Lalu saya tertegun memperhatikan kedua ujung sabuk yang terurai di pinggang yang dikenakan orang itu. Keduanya harus sama panjang, tepat jatuh di tengah. Ingin sekali saya rapikan kedua ujung sabuk ini agar menjadi sama panjang dan jatuh di tengah. Ya. Marilah kita rapikan "sabuk" kita.

0 komentar:

Posting Komentar

"Dengan Iman dan Akhlak Kita Menjadi Kuat, tanpa Iman dan Akhlak Kita Menjadi Lemah"