Pages

Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina (1881-1973)

Kisah Wang Zipping
Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina (1881-1973)
Wang Zipping
Seratus delapan puluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan anggota suku, yakni tradisi seni bela diri.

Sebelum penemuan senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya mempelajari Wushu sebagai 'kebiasaan suci' demi memperkuat disiplin dan keberanian untuk memperjuangkan sekaligus bertahan di tanah mereka.

Saat itu masjid-masjid, bagi suku Hui, bukan hanya tempat untuk beribadah, tapi juga medan latihan bagi grandmaster untuk menempa dasar-dasar Wushu kepada murid-murid yang antusias.

Seperti banyak Hui yang lain, Wang Ziping lahir di tengah keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai petinju bayaran. Saat masih bocah, Ziping menunjukkan keinginan kuat belajar Wushu. Bela diri ini adalah identitas Hui. Tidak ada Hui--yang saat itu hanya senilai upah garam--akan berani menjalani hidup tanpa "Latihan Delapanbelas Pukulan Pertempuran" dan "Tinju Diagram Delapan" melekat pada tubuh dan pikiran.

Minggu, 05 Desember 2010

PENDEKAR DAN KADER TAPAK SUCI EROPA



“JAJARAN PARA PENDEKAR TAPAK SUCI EROPA”
“JOKO SUSENO”
(KOORDINATOR TAPAK SUCI EROPA)
Tingkat : Pendekar Utama
Nomor : P095DGTS04
Tanggal lahir : 15-11-1963
Kader Muda : 1981
Kader Madya : 1985
Kader Utama : 1989
Pendekar Muda : 1995
Pendekar Madya : 1998
Pendekar Kepala : 2001
Pendekar Utama : 2004
Member Dewan Pendekar : 1998
“ARTHUR BRENKMAN”
Tingkat : Pendekar Kepala
Nomor : P096DGTS04
Tanggal lahir : 10-05-1965
Kader Muda : 1985
Kader Madya : 1987
Kader Kepala : 1989
Kader Utama : 1993
Pendekar Muda : 1996
Pendekar Kepala : 2005
Member Dewan Pendekar : 2001


“HARRY SAPEE”

Tingkat : Pendekar Muda
Nomo : E-01-79-002
Tanggal lahir : 13-05-1956
Kader Muda : 1980
Kader Kepala : 1984
Pendekar Muda : 1998
“EDGAR DUMAS”
Tingkat : Pendekar Muda
Number : E-01-82-003
Tanggal lahir : 07-08-1966
Kader Muda : 1988
Kader Madya : 1989
Kader Kepala : 1995
Kader Utama : 2001
Pendekar Muda : 2007
“JAJARAN PARA KADER TAPAK SUCI EROPA”
“STAVROS  PECHLIVANIDIS”Tingkat : Kader KepalaNomor : E-02-93-03Date of birth : 27-06-1973Kader Muda : 2002Kader Madya : 2003Kader Kepala : 2008

“NIKOS POULANIDIS”
Level : Kader MadyaNumber : E-01-88-005Date of birth : 24-11-1972Kader Muda : 1995Kader Madya : 2001“KRISTIAN PACI” Level : Kader Madya
Number : E-03-03-002
Date of birth : 10-01-1973
Kader Muda : 2003
Kader Madya : 2005


“ISCHA SWARTZ”
Tingkat : Kader madya
Nomor : E-01-94-006
Tanggal lahir : 20-02-1975
Kader muda : 2001
Kader madya: 2006

“CLAUDIUS NESTVOGEL”
Level : Kader Muda
Number : E-02-99-04
Date of birth : 29-09-1954
Kader Muda : 2003


“ANTHONY TORSOH”
Level : Kader Muda
Number : E-01-94-010
Date of birth : 20-09-1980
Kader Muda : 2003
“ANDI  SYAMS”
Level : Kader Muda Number : E-01-86-008 Date of birth : 28-04-1968 Kader Muda : 1995 Kader Mudya : 2005

“LAURA BRENKMAN” Name : Laura Brenkman Level : Kader Muda Number : E-01-84-007 Date of birth : 25-07-1956 Kader Muda : 2001

ABBAS AKBAR

ABBAS AKBAR



Nama Lengkap : Abbas Akbar
Nama Panggilan : Abbas
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 6 November 1973

Prestasi Yang Telah Diraih

- Emas Kejurnas Junior 1986 Bali
- Perak Kejuaraan Dunia 1992 Jakarta
- Emas Sea Games XVII 1993 Singapura
- Emas PON 1993
- Emas Kejuaraan Mahasiswa 1994 Medan
- Emas Kejuaraan Dunia 1994 Thailand
- Emas Kejuaraan Senior 1995 Jakarta
- Emas Sea Games XVIII 1995 Chiang Mai
- Emas PON 1996
- Emas Kejuaraan Mahasiswa 1996 Makasar
- Emas Sea Games XIX 1997 Jakarta
- Emas Sea Games XX 1999 Berunai Darusalam
- Emas PON 2000
- Emas Kejuaraan Dunia 2000
- Emas Sea Games XXI 2001 Kuala Lumpur
- Emas Kejuaraan Dunia 2002
- Emas PON 2004

Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB.IPSI) sudah banyak menelorkan pencak silat berprestasi termasuk menjadi juara dunia. Namun nama Abas Akbar tentu cukup fenomenal.Rendah hati dan selalu mengoreksi diri sudah menjadi cermin hidup seorang Abas.

Pesilat kelahiran Jakarta 6 Nopember 1973 dari pasangan Dja’far Hattamarasjid (ayah) dan Marice (ibu) ini dalam setiap bertanding selalu mengutamakan kejujuran dan sportivitas. Kemenangan dan menjadi juara adalah sesuatu hal yang tak begitu penting. Buat apa meraih sebuah kemenangan dengan cara-cara tidak jujur atau jauh dari sportivitas. Artinya kita harus menang tanpa lawan merasa disakiti. ‘’Prinsipnya, lawan jusru harus dibuat tunduk secara terhormat dan bukan penasaran karena kalah atas kecurangan,”katanya.

Dalam setiap bertanding pun Abas senantiasa ingin tampil bagus sehingga wasit dan juri akan simpatik dan penonton juga turut simpatik. Caranya dengan hanya satu main sportif dibarengi teknik tinggi. Bahkan saat menang pun, Abas selalu introspeksi diri. Karena dia tak ingin menang sementara lawan protes dan penonton pun tak puas. Introspeksi atau koreksi diri itu penting apakah kemenangan itu meragukan atau untung-untungan. Kemenangan demi kemenangan yang kita capai sampai akhirnya menjadi juara sesungguhnya menjadi alat atau media untuk mengukur sejauhmana kita sudah menguasai latihan. Sebab, kerap kali antara hasil latihan dengan hasil akhir dalam suatu pertandingan tak sama. Melalui koreksi itu pula Abas akan segera mengetahui kesalahannya sehingga pada arena berikut tampil lebih baik lagi. “Pokoknya setiap kemenangan bagi saya untuk mengoreksi diri saya. Sedangkan arti kekalahan bagi saya justru sebagai motivasi untuk memacu diri agar lebih berlatih dan memperbaiki kekurangan,” katanya.

Mengenal olahraga silat sejak duduk di bangku SD kelas 4 tahun 1983. Saat itu Abas sudah serius berlatih. Awalnya dulu di sekolah Abas dikenal suka berkelahi dan bandel. Orang tuanya justru menyuruh untuk bergabung berlatih silat. Dua tahun berlatih, Abas yang di lingkungan keluarganya dijuluki pendekar lincah ini langsung meraih prestasi.

Pada Tahun 1985, tatkala Abas berusia 11 tahun sudah berpredikat juara nasional junior di Bali. Abas kemudian menceritakan memilih silat karena senang melihat latihan bela diri.Selain itu Pencak Silat mengajarkan ketaqwaan, kejernihan berpikir, mental dan mempertebal iman. Sebab pencak Silat umumnya membimbing insan ke jalan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan akhlak yang baik, kita dapat menjaga diri dengan baik pula. Abas beranggapan bahwa dengan Pencak Silat, selain berolahraga juga mengisi rohani dan keagamaan. Pencak Silat menurut Abas memiliki teknik yang lengkap. Mulai dari bantingan hingga tendangan ada pada pencak silat. Oleh karenanya, sejak total menggeluti cabang ini, Abas berjanji pada diri sendiri bahwa Pencak Silat itu adalah bagian dari kehidupannya. ‘’Kalau bisa terus berprestasi, saya tentu menggeluti dunia silat sampai seumur hidup ini.Karena itu saya berusaha menjaga kondisi secara maksimal,”papar karyawan Bank Sumsel ini.

Abas juga tak melupakan jasa kedua orang tuanya khususnya ayahnya. Ayahnya Dja’far paling berjasa dalam karir dan prestasinya selama ini. Dan dari seabrek prestasi yang telah direbutnya selama ini, Kejuaraan dunia tahun 1994, merupakan kejuaraan yang paling berkesan .Sebab pada saat itu di final kelas 55-60 kilogram, Abas bertemu dengan pesilat tuan rumah yang juga merupakan juara Thaiboxing, Apichat Sudamar dari Thailand. Pertandingan itu disaksikan Prabowo Subianto yang kini Ketua Umum PB. IPSI serta sejumlah petinggi Thailand lainnya.

Abas mengetahui kalau olahraga Thaiboxing itu merupakan olahraga keras yang dapat menghancurkan kaki dan muka. Namun Abas tidak gentar sedikitpun.Walaupun dengan muka berdarah dan kaki serasa hancur, Abas dapat memenangkan partai final itu. Ternyata silat dapat mengalahkan olahraga tradisional Thailand. Faktor penting dalam menghadapi pertandingan yaitu persiapan diri, termasuk pakaian harus bersih .Ibarat Prajurit, segala keperluan harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Abas tak lupa memohon lindungan Tuhan. ‘’Dengan Penampilan baik, seperti rambut, pakaian bersih akan menambah percaya diri dan keyakinan,” tutur Abas.