Pages

Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2030

Jenis - Jenis Senjata Tapak Suci





Senjata ini namanya SEGU artinya Serba Guna, diciptakan oleh pendiri Tapak suci yaitu Bapak M. Barie Irsyad.


Senjata ini bernama SENAKAR (Senjata Andalan Pendekar), merupakan senjata spesial dan andalan dari pendekar Joko Suseno. Senakar dikembangkan dari senjata Tapak Suci SEGU oleh Joko Suseno sebagai bagian dari ujian pendekar tahun 1995. Sifat senakar adalah agresif. Bentuk serangn dan tangkisan beruntun dan kombinasi/variasi. Teknik senakar antara lain : Tusuk, Tebas, Sodok, Kait, Congkel, Besut, dan Putaran.

Senin, 18 Juli 2011

Capoeira

Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.

Senin, 17 Januari 2011

Beladiri Wing Chun

Wing Chun adalah sebuah bentuk seni bela diri yang sangat unik, spesialisasi pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Wing Chun yang efektif dapat dicapai dengan kordinasi antara serangan dan pertahanan yang serentak dan serangan balik. Dari hal tersebut Wing Chun menjadi suatu ilmu bela diri yang baik dalam hal pertahanan diri.

Jumat, 07 Januari 2011

Selayang Pandang Tapak Suci KAIRO

KRONOLOGI PERGURUAN SENI BELA DIRI TAPAK SUCI PERWAKILAN KAIRO

A.Pendahuluan
Untaian bunga rampai puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memperkenankan kita menghirup udara segar hingga detik ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlantunkan ke haribaan Rasulullah Imam el-Anbiya’ yang telah membawa risalah agung dari Sang Maha Agung.

Hari demi hari kami lewati, terik panas yang begitu tinggi di negeri seribu menara ini,dengan semangat teman-teman yang hanya ingin meningkatkan dan menukar keilmuan tentang ke-TAPAK SUCI-an yang dipelajari dari berbagai tempat yang berbeda ada yang dari pondok, daerah dan lain sebagainya, sehingga teman-teman mempunyai inisiatif untuk mengadakan latihan meskipun tanpa dihadiri oleh siswa ataupun guru seperti layaknya di pondok, akan tetapi karena ini adalah ilmu yang membutuhkan pengulangan-pengulangan yang rutin,agar usaha kami selama ini tidak sia-sia mempelajari ke-TAPAK SUCI-an,sehingga timbullah pada diri teman-teman, bahwa prinsip kita sekarang. kita adalah guru dan kita adalah murid.

Minggu, 05 Desember 2010

MATERI DASAR UNTUK SISWA

MATERI DASAR
PENDIDIKAN TAPAK SUCI
UNTUK SISWA

Materi dasar pendidikan pencak silat Tapak Suci untuk siswa ( ragawi ) terdiri dari :
I.               Tradisi Tapak Suci
II.             Tata Gerak Kaki
III.           Hindaran
IV.           Jurus Dasar
V.             Sikap Awal
VI.           Teknik Praktis
VII.         Permainan Jurus
VIII.       Permainan Senjata
MATERI DASAR
PENDIDIKAN TAPAK SUCI
SISWA TINGKAT DASAR


I. TRADISI TAPAK SUCI 

Adalah Suatu tatanan perguruan yang diwujudkan dalam tingkah laku dan amal perbuatan.
Adapun Tradisi tersebut diajarkan dalam bentuk :           
1.        Cara Memakai sabuk
2.        Cara Berdiri
a.        Cara berdiri siap
b.       Cara berdiri bebas
3.        Cara Hormat
4.        Cara Duduk
4.1. Cara duduk siap
4.2. Cara duduk bebas
                       5.  Upacara Pembukaan dan Penutupan

II. TATA GERAK KAKI

1. Kuda-kuda
1.1.     Kuda-Kuda Dasar
1.1.1.           Kuda-kuda Atas
1.1.2.           Kuda-kuda Tengah
1.1.3.           Kuda-kuda Bawah
1.2.     Perubahan Kuda-Kuda
1.2.1            Kuda-kuda berat badan didepan
1.2.2            Kuda-kuda berat badan dibelakang
1.2.3            Kuda-kuda segaris menghadap
1.2.4            Kuda-kuda segaris kedepan
1.2.5            Kuda-kuda lipat
1.2.6            Kuda-kuda satu kaki
1.3.     Cara Balik Hadap
1.3.1  Sikap balik 1
1.3.2  Sikap balik 2
1.3.3  Sikap balik 3
1.3.4  Sikap balik 4
1.3.5  Sikap balik 5
1.3.6  Sikap balik 6 
1.4.     Cara-cara Melangkah
1.4.1.           Melangkah
1.4.2.           Menggeser
1.4.3.           Ingsut luar
1.4.4.           Ingsut dalam
1.4.5.           Menggeser Samping
1.4.6.           Dedet
1.4.7.           Lipat
1.4.8.           Loncat
III. HINDARAN
1.        Tangkai mawar tertiup angin
2.        Harimau meliup diri
3.        Harimau tidur
4.        Rajawali Terbang
5.        Merubah bentuk kuda-kuda
IV. JURUS DASAR.
1.        Katak melempar tubuh
2.        Bunga mawar mekar
3.        Naga terbang
4.        Rajawali mengibas sayap
5.        Ikan terbang menjulang ke angkasa
6.        Terkaman harimau lapar
7.        Ikan terbang menggoyang sirip
8.        Rajawali mengibas sayap
9.        Harimau membuka jalan
10.     Tandukan lembu jalan
11.     Harimau menutup jalan
12.     Bunga mawar mekar

V. TEKNIK PRAKTIS (Berpasangan)

Adalah satu cara untuk mendapatkan rangkuman yang serasi dan benar dari tata gerak kaki dan lontaran jurus dasar yang bertumpu pada kecepatan ,ketepatan dan kekuatan.
Teknik Praktis 1 :   a. Katak melempar tubuh  (kn)
                                 b. Bunga Mawar mekar  (kn)
Teknik Praktis 2 :   a. Naga terbang  (kn)
                                 b. Rajawali mengibas sayap  (kn) 
Teknik Praktis 3 :       a. Ikan terbang menjulang keangkasa  (kn)
                                 b. Terkaman harimau lapar  (kn)
Teknik Praktis 4 :   a. Ikan terbang menggoyang sirip  (kn)
                                 b. Rajawali mengibas sayap  (kn)
Teknik Praktis 5 :   a. Harimau membuka jalan  (kn)
                                 b. Tandukan lembu jantan  (kn)
Teknik Praktis 6 :   a. Harimau menutup jalan  (kn)
                                 b. Bunga Mawar mekar  (kn)
                              Untuk barisan ( a ) selalu awalan Kuda-kuda kiri depan
                              Untuk barisan ( b ) : Teknik praktis 1 dan 3  Kuda-kuda kiri depan
                                                                  Teknik praktis 2,4 s/d 6 Kuda-kuda kanan depan
                                                                               
MATERI DASAR
PENDIDIKAN TAPAK SUCI
SISWA TINGKAT SATU
 
I. JURUS DASAR.
1.        Pagutan merpati
2.        Bunga mawar mekar
3.        Katak melempar tubuh
4.        Rajawali mengibas sayap
5.        Merpati mengibas sayap
6.        Bunga mawar layu
7.        Katak melempar tubuh
8.        Merpati mengibas ekor
9.        Tandukan Naga Jantan
10.     Belitan tangkai mawar
11.     Sabetan ikan terbang
12.     Pagutan naga jantan
13.     Sambaran merpati
14.     Sambaran merpati
15.     Bunga mawar mekar
16.     Sambaran naga
17.     Rajawali mengibas sayap
18.     Merpati mengibas ekor
19.     Bunga mawar layu
20.     Benturan harimau
21.     Benturan harimau
22.     Harimau menggoyang ekor
23.     Katak melempar tubuh
24.     Bunga mawar mekar
25.     Ikan terbang menerjang sarang
26.     Ikan terbang menerjang sarang

II. TEKNIK PRAKTIS (Berpasangan)
Adalah satu cara untuk mendapatkan rangkuman yang serasi dan benar dari tata gerak kaki dan lontaran jurus dasar yang bertumpu pada kecepatan ,ketepatan dan kekuatan.
Teknik Praktis 1 :              a. Pagutan merpati
                                        b. Bunga mawar mekar
                                        b. Katak melempar tubuh
                                        a. Rajawali mengibas sayap
Teknik Praktis 2 :               a. Merpati mengibas sayap
                                        b. Bunga mawar layu
                                        b. Katak melempar tubuh
                                        a. Merpati mengibas ekor
Teknik Praktis 3 :              a. Tandukan naga jantan
                                        b. Belitan tangkai mawar
                                        b. Sabetan ikan terbang
                                        a. Perubahan Kuda-kuda
Teknik Praktis 4 :              a. Pagutan naga jantan
                                        b. Sambaran merpati
                                        b. Sambaran merpati
                                        a. Bunga mawar mekar
Teknik Praktis 5 :              a. Sambaran naga
                                        b. Rajawali mengibas sayap
                                        b. Merpati mengibas ekor
                                        a. Bunga mawar layu
Teknik Praktis 6 :              a. Benturan harimau
                                        b. Benturan harimau
                                        b. Harimau menggoyang ekor
                                        a. Tangkai tertiup angin
Teknik Praktis 7 :               a. Katak melempar tubuh
                                        b. Bunga mawar mekar
                                        b. Ikan terbang menerjang sarang
                                        a. Ikan terbang menerjang sarang
III. SIKAP AWAL
Setiap Sikap Awal Terdiri dari 2 sikap  :
                                a. Sikap Kelit             = Sikap menghadap
                                b. Sikap Slewah        = Sikap menyamping      
1.        Bunga mawar menyongsong matahari
2.        Sikap Mawar
3.        Sikap Katak
4.        Sikap Naga
5.        Sikap Rajawali
6.        Sikap Lembu
7.        Sikap Merpati
8.        Sikap Ikan terbang
9.        Sikap Harimau             
IV. POLA LANGKAH
1.        Langkah Segi Tiga
2.        Langkah Segi Empat
3.        Langkah Paku-paku

MATERI DASAR
PENDIDIKAN TAPAK SUCI
SISWA TINGKAT DUA

I. JURUS
1.      Jurus Katak
2.      Jurus Mawar
3.      Jurus Ikan terbang
4.      Jurus Naga

II. PERMAINAN SENJATA

MATERI DASAR
PENDIDIKAN TAPAK SUCI
SISWA TINGKAT TIGA

I. JURUS
1.      Jurus Rajawali
2.   Jurus Lembu
3.   Jurus Merpati
4.      Jurus Harimau

II. PERMAINAN SENJATA

Kamis, 02 Desember 2010

TATA GERAK KAKI DALAM PERGURUAN TAPAK SUCI


                                      ( Ditulis Oleh : Muhammad Irfan “Kader Kepala” ) 
Sumber  "Buku Panduan Siswa Tapak Suci"

Tata gerak kaki adalah materi dasar dalam Ke-Ilmuan Tapak Suci yang mengatur tata cara Berdiri dan berjalan, dan didalam Perguruan Tapak Suci tata gerak kaki ini dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :


TATA GERAK KUDA-KUDA

“DALAM PERGURUAN TAPAK SUCI”



1. KUDA-KUDA DASAR

Kuda-kuda dasar menurut latak badan terhadap tumpuan, terbagi menjadi tiga bagian. diantaranya :

Kuda-Kuda Dasar Atas
Kuda-Kuda Dasar Tengah
Kuda-Kuda Dasar Bawah


2. PERUBAHAN BENTUK DASAR KUDA-KUDA

Perubahan bentuk dasar kuda-kuda diajarkan atas dasar kegunaan dan kebutuhan dalam praktek, dan atas dasar kebutuhan tersebut maka perubahan bentuk dasar kuda-kuda dibagi menjadi

Kuda-Kuda Berat Badan Didepan
Bentuk kuda-kuda berat badan didepan adalah condong kedepan dengan kaki depan menumpu berat badan lebih besar dari pada kaki belakang.

Kuda-Kuda Berat Badan Dibelakang

Bentuk kuda-kuda berat badan dibelakang adalah condong kebelakang dengan kaki belakang menumpu berat badan lebih besar dari pada kaki depan.

Kuda-Kuda Segaris Menghadap

Bentuk Kuda-kuda segaris menghadap adalah kedua kaki segaris menghadap dengan masing-masing telapak kaki di buka kira-kira 45 derajat.

Kuda-Kuda Segaris Kedepan

Bentuk kuda-kuda segaris kedepan adalah dengan kedua telapak kaki terletak dalam satu garis lurus.

Kuda-Kuda Lipat

Bentuk kuda-kuda lipat adalah dengan kedua kaki saling melipat.

Kuda-kuda Satu Kaki
Bentuk kuda-kuda satu kaki adalah dengan satu kaki sebagai tumpuan dan kaki yang lain diangkat keatas dengan lutut tertekuk.


3. CARA BERBALIK HADAP (KUDA-KUDA BALIK HADAP)

Tata cara berbalik hadap terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :

Sikap Balik Satu (Kuda-kuda balik satu)

Balik satu dilakukan dengan cara telapak kaki depan digeser masuk kedalam dengan jarak kedua telapak kaki tetap, diputar untuk berbalik hadap.

Sikap Balik Dua (Kuda-kuda balik dua)
Balik dua dilakukan dengan cara telapak kaki belakang digeser masuk kedalam dengan jarak kedua telapak kaki tetap,diputar untuk berbalik hadap.

Sikap Balik Tiga (Kuda-kuda balik tiga)
Balik tiga dilakukan dengan cara kaki depan melangkah kebelakang satu langkah, setelah berbalik hadap menjadi maju satu langkah.

Sikap Balik Empat (Kuda-kuda balik empat)

Balik empat dilakukan dengan cara kaki belakang melangkah kedepan satu langkah, setelah berbalik hadap menjadi mundur satu langkah.

Sikap Balik Lima (Kuda-kuda balik lima)

Sikap balik hadap ini mengatur cara balik hadap untuk kuda-kuda lipat telapak kaki depan digeser kebelakang langsung berputar dalam kedudukan lipat.

Sikap Balik Enam (Kuda-kuda balik enam)

Sikap balik hadap ini mengatur cara balik hadap untuk kuda-kuda segaris kedepan, dijalankan tanpa memindahkan kaki.


4. TATA CARA MELANGKAH
Melangkah/langkah adalah cara berjalan untuk mendekati atau menjauhi dengan tujuan mendapatkan posisi yang baik, cara melangkah ini terbagi menjadi dua bagian :

Melangkah Kedepan

Melangkah kedepan dilakukan dengan cara memindahkan kaki belakang melangkahi kaki depan.

Melangkah Kebelakang

Melangkah kebelakang dilakukan dengan cara memindahkan kaki depan melangkahi kaki belakang.


5. TATA CARA MENGGESER
Tata cara menggeser terbagi menjadi tiga bagian :

Menggeser Kedepan
Menggeser kedepan dijalankan dengan menggeser kaki belakang mendekati kaki depan.

Menggeser Kebelakang
Menggeser kebelakang dijalankan dengan menggeser kaki depan mendekati kaki belakang.

Menggeser Kesamping

Menggeser kesamping dijalankan dengan menggeser kaki belakang samping luar, kaki depan menyesuaikan dengan menggeser kesamping luar.


6. TATA CARA DEDET
Dedet adalah cara melangkah untuk mendekati atau menjauhi lawan, dedet terbagi menjadi dua bagian :

Dedet Kedepan
Dedet kedepan dijalankan dengan menggantikan posisi kaki depan dengan posisi kaki belakang.

Dedet Kebelakang

Dedet kebelakang dijalankan dengan menggantikan posisi kaki belakang dengan posisi kaki belakang.


7. TATA CARA LANGKAH LIPAT

Langkah lipat dibagi menjadi dua bagian :

Langkah Lipat Depan

Langkah lipat depan dijalankan dengan memindahkan kaki melangkahi kaki bagian depan, posisi telapak kaki menghadap kedepan, dan posisi badan dilipat.

Langkah Lipat Belakang
Langkah lipat belakang dijalankan dengan memindahkan kaki melangkahi kaki bagian belakang, dan posisi telapak kaki menghadap kebelakang, dan posisi badan dilipat.


8. TATA CARA MELONCAT

Langkah loncat dijalankan dengan satu loncatan kedepan atau kebelakang.


9. TATA CARA HINDARAN
Hindaran adalah satu upaya untuk melepaskan diri tanpa harus memindah arah lintasan serangan, hindaran dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa gerakan jurus dasar, diantaranya :

Tangkai Mawar Tertiup Angin

Tangkai mawar tertiup angin adalah hindaran yang dijalankan dengan meliukkan pinggang kearah luar, kearah dalam dengan pijakan kaki tetap.

- Meliukkan pinggang dengan disertai melangkah serong kearah dalam belakang dan kearah dalam depan.

- Meliukkan pinggang dengan disertai melangkah serong kearah luar belakang dan kearah luar depan.

Harimau Lapar Meliuk Diri

Harimau lapar meliuk diri adalah hindaran yang dijalankan dengan berputar dan berporos pada satu kaki yang memutari tubuh.

Harimau Tidur

Harimau tidur adalah hindaran yang dilakukan dengan cara menjatuhkan diri (Jatuh kearah depan, kearah belakang, kearah keluar depan, dan kearah kedalam depan).

Rajawali Terbang
Rajawali terbang adalah hindaran yang dijalankan dengan loncatan keatas dan sesuai kebutuhannya maka dapat jatuh kearah manapun yang dikehendaki. dan dapat juga dengan posisi kaki tetap atau bergantian.

KEILMUAN SENI BELADIRI TAPAK SUCI

KEILMUAN SENI BELADIRI TAPAK SUCI
SEBUAH TINJAUAN SINGKAT

Oleh :

M. Barie Irsyad

(Pendekar Besar Tapak Suci)
l. PENDAHULUAN

Ilmu beladiri telah lama dikenal oleh bangsa Indonesia, bahkan berpuluh - puluh tahun sebelum Indonesia merdeka, nenek moyang kita telah mampu meletakkan dasar - dasar keilmuan beladiri. Sebagai warisan budaya bangsa ilmu beladiri akhirnya berkembang pesat, tidak ketinggalan pula di kampung Kauman, beberapa tahun sebelum kelahiran Tapak Suci, berbagai macam aliran telah pula tumbuh dan berkembang dengan pesat., serta melahirkan generasi - generasi penerus ilmu tersebut.

Pada dasarnya, ilmu beladiri terdiri dari dua macam aliran, yaitu :

1. llmu beladiri bardasarkan akal sehat (rasional)
2. Ilmu beladiri berdasarkan rasa (emosi)

Akal berfungsi sebagai wadah penghimpun ilmu Allah yang tidak terbatas, bahkan semakin lama semakin dapat dikembangkan. Ilmu adalah penemuan yang tidak diragukan lagi kebenarannya, dan ditemukan melalui proses uji coba. Ilmu beladiri adalah ilmu untuk kesejahteraan dunia dan akhirat yang berdasarkan prinsip -prinsip beladiri, yaitu membela diri sendiri, dan bila mampu juga dapat membela orang lain. Sedangkan rasa (emosi) jika tidak dikendalikan dapat mematikan akal, sehingga kegiatan yang hanya berdasarkan rasa belaka, semata - mata hanya akan mengumbar nafsu dan emosi manusia.
II. PEMAHAMAN BELADIRI TAPAK SUCI
A. KEKUATAN

Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci dan bersih, dosa terjadi setelah seorang manusia dipandang mampu menggunakan akal dan pikirannya ( dewasa ) sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dalam menjalani hidupnya

Manusia mulai mengenal beberapa macam kekuatan, yaitu

1. kekuatan alam;
2. kekuatan manusia yang timbul dari dalam diri manusia dan
3. kekuatan yang berasal dari Allah yang dapat berbentuk rahmat ataupun mukjizat/karomah yang kesemuanya merupakan sunatullah.

A.1. Kekuatan Alam

Kekuatan yang dikandung oleh sifat fisis alam, dan masing-masing mempunyai kekuatan dan kelemahan. Bumi yang dianggap memiliki kekuatan dahsyat., karena sanggup mengangkat tanah dan batu-batu, menghasilkan grafitasi dan sebagainya, namun dalam ukuran yang seimbang, tenaga bumi kalah kuat dengan tenaga besi, tenaga besi masih kalah dengan tenaga api, adapun tenaga api kalah dengan tenaga air, tenaga air yang dapat mengalahkan tenaga api dan tenaga bumi, masih kalah dengan udara (gas). Udara dapat menimbulkan gelombang, kemudian udara tersebut akan mengatur gerak gelombang itu, tetapi sekuat-kuatnya udara, masih kalah kuat dengan "getaran Listrik". Pergeseran getaran listrik negatif dengan positif di udara akan menggoncangkan udara.
A.2. Kekuatan Manusia

Kita sebagai umat Islam mempercayai bahwa manusia berasal dari Tanah (sari bumi). Sari bumi yang dimakan oleh manusia, pada proses selanjutnya sari bumi tersebut dialirkan keseluruh tubuh dengan zat besi yang selanjutnya terjadi proses pembakaran, proses pembakaran sangat membutuhkan zat oksigen, selain itu manusia juga membutuhkan air untuk menyambung kelangsungan hidupnya, air tersebut berasal dari minuman, buah-buahan, dan sebagainya. Selain itu semua manusia juga mempunyai kekuatan listrik yang berpusat di Otak atau Syaraf, sehingga lndera dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dari keterangan tersebut dapat diketahui bahwa pada hakekatnya, dalam diri manusia terdapat semua sumber "kekuatan alam".
A.3. Kekuatan yang berasal dari Allah

Sernua kekuatan yang ada di burm terutama kekuatan yang dipunyai manusia biasa merupakan kekuatan yang berasal dari Allah 5WT, yaitu dalam bentuk rahmat dan karunia Nya. Kita cukup berbahagia dikarunia tubuh yang lengkap dengan fungsinya masing -masing. Fungsi masing - masing organ tubuh yang dapat digunakan dengan tepat, panca indira serta kemampuan manusia untuk berihtiar mencari keselamatan dunia dan akhirat merupakan kekuatan yang berasal dari Allah SWT dan tiada ternilai.
B. ILMU BELADIRI TAPAK SUCI

Ilmu beladiri Tapak Suci mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan Perguruan Pencak Silat yang lain, Tapak Suci merupakan Pencak Silat murni tradisional, karena menghimpun berbagai ilmu pencak silat, dan mengungkapkan ilmu-ilmu tersebut. Ilmu beladiri Tapak Suci termasuk aliran Rasional, yang memanfaatkan kemampuan akal, dengan memfungsikan kegunaan fisik beserta perangkatnya yang ada dalam tubuh manusia, sehingga dapat berfungsi secara tepat antara organ yang ada kaitannya satu dengan lainnya, serta saling isi mengisi, pada saat dibutuhkan.

Karena terbatasnya kemampuan akal, maka akal harus diisi dengan ilmu yang serba menyelamatkan manusia, dengan tidak mengabaikan peranan wahyu Allah, namun berusaha melaksanakan pesan pengarahan Allah.

Dalam dunia persilatan ada dua macarn “tenaga” yang digunakan untuk membela dirinya dari ancaman makhluk lain, yaitu;
1) Tenaga luar, dan

Pengertian tenaga luar menurut masyarakat pada umumnya adalah gerakan yang dilakukan oleh gerakan tubuh, namun menurut pengertian beladiri adalah tenaga yang dikomando oleh akal.
2) Tenaga dalam (dulu lebih dikenal dengan sebutan tenaga cadangan)
Menurut pengertian masyarakat pada umumnya, tenaga dalam adalah kekuatan terpadu antara jasmani dengan kesadaran yang berhubungan dengan konsentrasi. Kekuatan Tenaga Dalam di Tapak Suci adalah perpaduan antara kekuatan fisik dengan kesadaran (konsentrasi), serba organis, tahu manfaat ketika menggunakannya, sadar fikiran serta inderanya, dan dilatih secara kontinyu.

Ilmu yang dituangkan dalam Tapak Suci berdasarkan pada kecepatan dan ketepatan, sehingga di Perguruan Tapak Suci tidak diajarkan mantera-mantera, lelaku, puasa khusus untuk mencapai ilmu tertentu dan sebagainya, tapi semua ilmu yang diajarkan selama ini adalah ilmu yang berdasarkan pada rasio. Adapun tinggi rendahnya kemampuan siswa maupun anggota Tapak Suci berdasarkan pada ketekunan individu tersebut.
C. PENUTUP

Dasar keilmuan Tapak Suci sudah jelas adanya, yaitu tidak akan lepas dari sifat manusia sebagai kalifatullah di bumi, serta yang tidak pernah lepas dari Al-Qur'an dan Sunah Rasul. Dengan kenyataan tersebut sumber keilmuan Tapak Suci lebih dititik beratkan kepada pengertian manusia sebagaimana pengertian yang dikandung Al-Qur'an serta tanggung jawabnya sebagai hamba Nya untuk selalu beramar ma'ruf dan bernahi mungkar, serta menjauhkan dirinya dari perbuatan syirik yang tercela. Dan pada hakekatnya beladiri Tapak Suci adalah beladiri yang didasari pada penggunaan kecepatan, ketangkasan, Rasio, Iman serta Ketakwaan.

(Disampaikan pada acara Sarasehan Tapak Suci, 13 Agustus 1991

di Gedung Bina Manggala - Yogyakarta)

Selasa, 30 November 2010

Susunan Pengurus PP Tapak Suci



Muktamar ke-13 Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH yang dilangsungkan pada tanggal 17 s.d 20 Jumadil Tsaniyah 1427 H, bertepatan dengan tanggal 13 s.d 16 Juli 2006, di Jakarta, telah menetapkan H.Muchdi Purwopranjono sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH perio...de 2006-2011, dengan susunan lengkap sebagai berikut:

SUSUNAN PIMPINAN PUSATPERGURUAN SENI BELADIRI INDONESIATAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
PERIODE 2006-2011

Penasehat
 H.M. Muchlas Abror, PUa
Prof. DR. H.Zamroni, MSc., PUa
Prof. DR. Jumhan Pida, M.Pd., PMdy

Ketua Umum
 H. Muchdi Purwopranjono, PBr.

Wakil Ketua Umum
 H.M. Rossil B. Saleh, MBA., PUa.

Ketua Dewan Guru
 Ismail Navianto, SH., PBr.

Anggota Dewan Guru
 Ahmad Dja’far, S.Ag., PBr
H. Haryadi Mawardi, PBr.
Nizam Firdausi, PBr.
Asfandi Hasya, PBr.
M. Tosan Adenan, PBr.
H. Abdullah, BA, PUa.
Alvandi Saleh, PUa.
H.M. Syarif, SE.

Ketua Dewan Pendekar (Departemen Pembinaan dan Pendidikan)
 H. Soedjono RS., PBr.

Ketua I (Departemen Pembinaan Prestasi)
 Drs. H. Arifuddin Pangka, PBr.

Ketua II (Departemen Pembinaan Organisasi dan Kader)
 H.M. Ramli Haba, SH.,MH., PKa.

Ketua III (Departemen Pendayagunaan Sumber Daya)
 Prof. DR. Ir. Kusmawan M.Sc., MBA., BBA., PMa.

Ketua IV (Departemen Penelitian dan Pengembangan)
 Drs. H. Muhajir Effendi, M.Ap., PMa.

Ketua V (Departemen Hubungan Masyarakat)
 Drs. H. Hisbullah Rahman, PBr.

Sekretaris Umum
 H. Muhtadi, S.Pd., PUa.

Sekretaris
 M. Arri Rusdiyantara, ST., PMa.
Ir. H. Haiban Hadjid, PMa.

Bendahara Umum
 H.M. Shiddiq SP., PUa.

Bendahara
 H. Dedet Sulaiman, RO,. PUa.

Bidang Kependekaran & Anggota
 M. Barie Hadjir Roslin, PBr
Ir. Arief Purwanto, PMa

Bidang Pembinaan Keilmuan
 Achmadi A. Nardju, SH, PUa
drh. Heru Isnawan, PMdy

Bidang Pembinaan Fisik & Mental
 dr. H.M. Noerhadi, M.Kes, PUa
Drs. M. Ibban Badawi, PUa

Bidang Pembinaan Anggota
 Indri Tri Suryanta, PUa
Drs. M. Chawari, PMa

Bidang Pembinaan Prestasi
 H.A Fanan Hasanuddin, BA, PUa
Drs. M. Mahfud, PMdy

Bidang Pembinaan Kepelatihan
 Ahmad Arif, SE, PKa
Indro Catur Haryono, PMa

Bidang Pembinaan Wasit Juri
 Tenis Prasetyo, PUa
Sofa Aqli, S.Pd, PMdy

Bidang Pembinaan KOSEGU
 Drs. Fachruddin, PBr
Drs. Hari Purnomo, PMa

Bidang Pembinaan Organisasi Dalam & Luar Negeri
 H. Muslimin Mawi, SE, PKa
Drs. Chairul Muriman, PMdy

Bidang Pembinaan Al Islam dan Ke-Muhammadiyah-an
 dr. H.. Fauzi AR, PUa
Letkol.Inf. (Purn) M. Afnan Zamhari, PUa

Bidang Pendayagunaan Sumber Daya
 Ir. H. Suroto, PKa
Rohib Winastuan, B.Sc, PKa

Bidang Pendayagunaan Usaha
 Ir.H. Rosyid Hidayat, PKa
Mulani MK, PUa

Bidang Pendayagunaan Disiplin & Hukum
 H. Nukman Muhammad, SH, MH., PUa
Mulfahri Harahap,SH., PMa

Bidang Penelitian & Pengembangan Atlit
 DR. Ir. M. Sasmito Jati, M.Sc., PMdy
dr. Thontowi Djauhari, NS, M.Kes., PMa
Zakaria, P.Si
Bintal Yudhana, PMdy

Bidang Penelitian & Pengembangan Pelatih
Drs. Robby Purnomo
Drs. Muhammad Taufik, S.Ag., PMdy
dr. Tomi
M. Ali Imron, S.Pd.

Bidang Penelitian & Pengembangan Wasit Juri
 Drs. Sukarno, M.Si., PUa
Kol. Mahmud Dimyati, PKa
Drs. Kusmadiyono, PMdy

Bidang Informasi
Ir. M. Iqbal Rasyid, PMdy
Fitri Gayo

Bidang Komunikasi & Penerbitan
Drs. Dody Rudianto, MM., PUa
M. Suryadi., PUa

Bidang Promosi
H.M. Firdaus Akram, SE., PUa

Anggota Pleno
H.A. Rahim, PBr
Drs. Wan Abubakar, MS., M.Si., PKa
Ir. Nazmi AL, PKa
Drs. H. Rudjito, PUa
Drs. H. Achmad Rubaie, MH
H. Rustam Effendi, SE., PKa
H. Darmadi, S.Pd., PUa
H. Muchlis, PMdy
Handoko Sudrisman, SH., PKa
Dr.Ir. Chablullah Wibisono, MM., PUa

Rabu, 24 November 2010

PERATURAN



 
PERATURAN
UKM PERGURUAN SENI BELADIRI
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

STKIP MUHAMMADIYAH PRINGSEWU
PERIODE 2009-2010


Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah :
“Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH bertekad bulat mengagungkan asma Allah, dijiwai sikap jujur, rendah hati, berakhlakul karimah dalam pengamalan ajaran islam yang bersumber kepada Al Qu’an dan As Sunnah”
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda : "Barangsiapa yang membuat contoh (menunjuki kepada, -red) yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang mencontohkan contoh jelek dalam Islam, maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yang mengamalkan setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka." [Hadits Shahih, Riwayat Muslim dalam Ash Shahih (7/103-104 bersama Syarah Nawawi)]
1 Dilarang berjabat tangan antara ikhwan dan akhwat Tapak Suci

“Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR Ath Thabrani dalam shahihul jami’ hadits no : 4921).

Dan dari Aisyah Radliallahu Anha, dia berkata :
“Dan Demi Allah, sungguh tangan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak (pernah) menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membaiat mereka dengan perkataan” (HR Muslim ,: 3/1489).

Haram berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika akan dijabat tangani oleh kaum wanita di saat baiat, beliau bersabda: "Sesung-guhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita". (HR.Turmudzi dan Nasai, dan dishahihkan oleh Albani).

2. Dilarang Berkhalwat (berdua”an antara ikhwan dan akhwat TS) di tempat sepi

“Hai orang –orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Berangsiapa mengikuti langkah-langkah syaitan maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar” (An Nur : 21).

“Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali pihak ketiganya adalah syaitan” (HR At Tirmidzi, 3/474; lihat Misykatul mashabih: 3188

3.Senantiasa menegakkan shalat tepat waktu

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (Qs Al BAqarah 238)

Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama

5. Bagi akhwat dilarang memakai jeans dan kaos dalam kegiatan perkuliahan

Hai anak Adam[530], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa[531] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raf 26)

6. Senantiasa Mengucapkan salam sebelum bertegur sapa antar sesama anggota

Apabila seorang datang langsung berbicara sebelum memberi salam maka janganlah dijawab. (HR. Ad-Dainuri dan Tirmidzi)

7. Menjaga nama baik almamater dan UKM Tapak Suci

8. Bagi yang telah memiliki seragam, latihan rutin jum’at wajib berseragam lengkap

9. Pembacaan ikrar (oleh yang bertugas/ ihwan)

10. Kultum sebelum latihan dimulai (wajib bagi tingkat 1 keatas, bagi yang bertugas)

Minggu, 25 April 2010

Mars TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

Baju serta celana merah tampaknya gagah
Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Dengan Iman serta Akhlaq
Tapak Suci menjadi kuat
Mengabdi kepada Allah, bangsa, dan negara
Membela keadilan merata
Cinta damai dan kasih sayang
Utamakan persaudaraan

Reff:
Bina olahraga sebagai sarana
Temu krida antar pemuda
Walaupun berbeda namun satu jua
Dibawah panji Islam mulia (2x)

Setia serta patuh menjalankan ibadah
Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Dengan ikhlas serta percaya kepada diri sendiri
Bersama Tapak Suci ku bawa dan amankan
Islam agama Allah nan suci
Dengan iman m'nyinar di dada
Ku sebarkan Islam di dunia

Reff:
Siapkan fisik mu, siapkan mental mu
Bukalah dalam rohani
Panjatkan doa mu, ....Allah Yaa Tuhanku,
berikan kekuatan pada ku 2X
*****

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Mendidik serta membina ketangkasan dan ketrampilan Pencak Silat sebagai bela diri , seni , olah raga dan budaya bangsa Indoonesia
2. Memelihara dan mengembangkan kemurnian Pencak Silat Aliran TAPAK SUCI sebagai
budaya bangsa yang luhur daan bermoral sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran
Islam serta bersih dari syirik dan menyesatkan.
3. Mendidik dan membina anggota untuk menjadi kader Muhammadiyah
4. TAPAK SUCI Menggembirakan dan mengamalkan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam
usaha mempertinggi ketahanan nasional.
Secara resmi Perguruan Tapak Suci didirikan pada tanggal 10 Rabi’ul Awal 1383 H, yang bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 M.
Tapak Suci sebagai suatu Lembaga Seni Beladiri, pada saat ini sudah berkembang pesat menjadi Perguruan Seni Bela Diri yang berwawasan nasional. Hampir disetiap Propinsi Daerah Tingkat I di seluruh wilayah Indonesia telah berdiri Pengurus-pengurus wilayah Tapak Suci. Bergandengan erat dengan pengurus Wilayah Persyarikatan Muhammadiyah. Bersama itu pula berdiri Pengurus Daerah di tiap-tiap Daerah Tingkat II dan di kampus-kampus berdiri pula Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci bergandengan dengan pengurus Daerah Muhammadiyah. Mahasiswa sebagai “intelektual agent” merupakan subyek perubahan. Tapak Suci merupakan suatu perguruan seni bela diri yang berusaha membentuk moral dan akhlaq yang karimah. Sehingga kesatuan darinya adalah kolaborasi sempurna dari seorang mahasiswa tapak suci.


Hal ini tidak mengherankan sebab Tapak Suci, selain digemari oleh remaja dan taruna, juga sebagai lembaga yang telah menjelma menjadi salah satu Organisasi Otonom (ORTOM) di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Itulah sebabnya maka Tapak Suci sebagai Lembaga Seni Bela Diri, diberikan predikat sebagai LEMBAGA BELADIRI TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH Pada Konferensi Nasional TAPAK SUCI di Malang Jawa Timur nama PERGURUAN TAPAK SUCI diubah menjadi : TAPAK SUCI, LEMBAGA PERGURUAN SENI BELADIRI PUTERA MUHAMMADIYAH. Selanjutnya pada Muktamar IX di Jakarta nama itu diganti menjadi : PERGURUAN SENI BELADIRI TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH.

Sejak berdirinya di tahun 1912 Muhammadiyah melalui dakwah amar ma'ruf nahi mungkar-nya telah berhasil memikat banyak kalangan, tak terkecuali kalangan pendekar dan pesilat. Dakwah KH. Ahmad Dahlan ini telah memikat para pendekar dan ulama di daerah, dengan surau-surau mereka yang selama ini tidak saja telah mendidik anak muridnya dalam mendalami agama Islam namun juga telah mempelajari ilmu beladiri pencak silat. Dan memang telah menjadi suatu kenyataan sejak dulu bahwa kegiatan pendidikan agama di surau dan pesantren umumnya senantiasa dibarengi pula dengan pendidikan ilmu beladiri pencak silat yang diberikan oleh sang guru. Istilah Shalat dan Silat setidaknya menjadi bukti dari adanya semangat itu. Semangat inilah yang menunjukkan bahwa betapa masa lalu ternyata telah memperlihatkan suksesnya keharmonisan pendidikan agama dan pendidikan bela negara, dimana para ulama memasukkan pengajaran-pengajaran tentang bela diri, bela umat, bela negara, dalam kajian-kajian agama Islam.

Hal ini terlihat semakin jelas jika kita mengikuti lintasan sejarah tentang para ulama-ulama yang juga pendekar yang tersebar di seluruh tempat di Nusantara. Sebut saja Malaka, Kesultanan Ternate dan Tidore, kemudian Para Wali, Teuku Cik di Tiro, Imam Bonjol, KH. Zainal Mustafa, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, dan beribu-ribu nama lainnya, yang mana menunjukkan bahwa kalangan ulama adalah perintis pengembang pencak silat di Nusantara.

Di dalam keluarga Muhammadiyah sendiri pun kita dapat menemui beberapa tokoh yang ternyata dalam sejarah kehidupannya mereka ternyata juga seorang pendekar. KH. Mas Mansur contohnya. Selain dikenal gemar sepak bola, namun beliau juga dipercaya menguasai ilmu pencak silat yang tangguh dengan permainan kaki sebagai andalannya. Sebelum kelahiran TAPAK SUCI, KH.Busyro Syuhada yang secara formal dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki pesantren di Binorong, Banjarnegara, ternyata juga adalah pengembang silat aliran Banjaran. Adapun kali pertama pertemuannya dengan kakak beradik; A.Dimyati dan M.Wahib yaitu adalah ketika beliau datang ke Konferensi Pemuda Muhammadiyah, di Kauman-Yogyakarta. Pasca kelahiran TAPAK SUCI, disitu kita dapat temui nama H. Djarnawi Hadikusumah, seorang pendekar yang tergolong mumpuni yang mana publik mengenal sosoknya lebih sebagai ulama Muhammadiyah. Sesungguhnya masih banyak kenyataan-kenyataan yang menceritakan bahwa betapa kaum ulama-lah golongan yang paling banyak menjadi perintis (pioneer) pengembangan ilmu pencak silat, termasuk ketika Muhammadiyah bergiat menyebarkan dakwahnya ke pelosok-pelosok daerah.

Inilah sesungguhnya penggerak munculnya Pencak Silat TAPAK SUCI di kalangan Muhammadiyah, yaitu dari satu cita-cita untuk membentuk wadah pencetak kader ulama-pendekar. Walau pun impian itu baru terwujud pada tahun 1963, namun upaya untuk membentuk wadah itu telah dirintis sejak lama dan telah memakan pengorbanan yang tidak sedikit. Dan oleh KH. A. Badawi--Ketua PP Muhammadiyah masa itu--semangat cita-cita itu ditangkap kuat sehingga kemudian beliau berjasa besar ketika memimpin memperjuangkan TAPAK SUCI untuk menjelma menjadi organisasi otonom Muhammadiyah.di tahun 1964

Ciri.Khas..TAPAK.SUCI
Pencak Silat TAPAK SUCI merupakan beladiri Indonesia yang tidak saja menekankan daya gunanya pada ilmu beladiri (perkelahian) semata, namun juga menekankan daya guna yang sama kuat dalam hal seni. Namun dalam kerangka sebagai ilmu beladiri, TAPAK SUCI merupakan beladiri yang praktis. Sifatnya yang metodis dan dinamis-lah yang membuat beladiri ini menjadi beladiri yang praktis yang terus berkembang. Sebagai beladiri praktis, Pencak Silat TAPAK SUCI tidak memiliki jurus khusus tangkisan, tetapi tangkisan itu sendiri sebenarnya adalah serangan.

Posisi kuda-kudanya pun dapat disesuaikan dengan keadaan dimana ada kuda-kuda bawah (untuk permainan bawah), kuda-kuda tengah, dan kuda-kuda atas. Dengan sikap tangan yang terpola dalam lintasan Bunga Mawar Menyongsong Matahari mengesankan TAPAK SUCI memang memperhatikan daya guna beladiri dan daya guna seni di dalamnya.
Dalam pola langkah, dalam pendasaran TAPAK SUCI memiliki langkah, menggeser, melipat, dan sikap balik sebagai bagian dari tata gerak kaki. Bahkan keilmuan TAPAK SUCI telah berhasil menemukan formula adanya empat belas titik hadap yang efektif dalam.kajian.pola.langkah.



Delapan.Jurus
Keilmuan ragawi Pencak Silat TAPAK SUCI tersimpul dalam delapan kelompok jurus, yang masing-masing jurus diambil namanya dari nama-nama flora dan fauna. Delapan Jurus itu adalah: Bunga Mawar, Katak, Naga, Ikan Terbang, Merpati, Rajawali, Lembu, dan Harimau. Masing-masing memiliki karakter dan pola yang khas. Berbasis pada delapan jurus itulah keilmuan TAPAK SUCI dikembangkan. Terutama dengan masuknya beberapa pendekar di daerah, kiranya menambah perbendahaarn keilmuan yang membuatnya makin berharga untuk dipelajari oleh setiap mereka pewarisnya.

Tak terbatas pada permainan tangan kosong, TAPAK SUCI pun mengenal permainan senjata. Filosofi ini diambil ketika Pendekar Besar M. Barie Irsjad menemukan formula bahwa jika ingin mengalahkan orang bersenjata maka harus memahami permainan senjata.

Beladiri.is.a.science
Sejak awal di dalam TAPAK SUCI memang telah populer istilah adu kaweruh. Ditambah dengan keilmuannya yang metodis dan dinamis, TAPAK SUCI berhasil mengantarkan pewarisnya untuk berpikir rasional dan ilmiah. Beberapa nama seperti M. Wahib, M.Zahid, dan M. Barie Irsjad, mereka dapat disebut sebagai icon-icon kejeniusan dalam keilmuan beladiri TAPAK SUCI. Semangat inilah yang mengantarkan pewaris keilmuan ini kepada pintu gerbang ilmu, dimana beladiri is a science--dimana beladiri adalah ilmu pengetahuan.

Salah satu ciri khas TAPAK SUCI adalah dalam penampilannya bersifat rasional, bukan emosional, adalah faktanya. Diiringi dengan semangat Al Qur'an dan As Sunnah, memperkuat jati diri TAPAK SUCI sebagai pencak silat Islami. Kiranya itulah kelanjutan dari periode perintisan pencak silat oleh kaum 'ulama, dimana pencak silat.dikembangkan.oleh.kaum.yang.berilmu.

Ini semua tidak lepas dari do'a dan cita-cita para pendekar-pendekar pendahulu, termasuk sejak pra kelahiran TAPAK SUCI. Ini semua pula tak lepas dari do'a dan cita-cita para ulama, termasuk ulama dan pendekar di Muhammadiyah. TAPAK SUCI tidak dibuat dalam satu malam atau dalam satu dua hari saja. Lebih dari itu, TAPAK SUCI tidak didesain untuk sanggup berdiri hanya selama lima atau sepuluh tahun saja, namun untuk selama-lamanya. Dan bahkan sejak berdirinya telah dicita-citakan bahwa gerakan TAPAK SUCI bukan semata gerakan kampung semata, tetapi menjadi gerakan dunia.


Dengan Iman dan Ahlaq Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Ahlaq Saya Menjadi Lemah.
Pada kesempatan ini akan diperkenalkan beberapa jurus dasar dan teknik praktis yang merupakan materi latihan pada tingkat-tingkat tertentu .